Pada umumnya di negara demokrasi
orang sukar menerima adanya golongan – golongan sosial dalam masyarakat. Di
hadapan undang – undang semua warga negara itu sama, sama hak dan kewajiban
sama perlakuan. Namun dalam kenyataannya tidak dapat disangkal tentang adanya
perbedaan sikap antara rakyat biasa terhadap pembesar, orang miskin terhadap
orang kaya, dan sebagainya. Suka atau tidak suka perbedaan sosial terdapat
dimana – mana sepanjang masa, walaupun serig perbedaan tidak selalu mencolok.
Pendidikan bertujuan untuk
membekali setiap anak agar masing – masing dapat maju dalam hidupnya mencapai
tingkat yang setnggi – tingginya. Akan tetapi sekolah sendiri tidak mampu
meniadakan batas – batas tingkatan sosial itu, bahkan ada beberapa sekolah yang
memelihara dan mempertajamnya.
Pendidikan selalu merupakan
bagian dari sistem sosial, dan bila demikian halnya timbul pertanyaan apakah
sekolah harus mempertimbangkan perbedaan sosial dalam kurikulumnya. Artinya
memberikan pendidikan bagi setiap golongan sosial sesuai dengan kebutuhan
golongan masing – masing serta memilihkan guru sesai dengan golongan sosial
masing – masing murit yang bersangkutan sehingga dapat hidup bahagia menurut
golongan masing – masing. Hal tersebut didasarka kepada anggapan bahwa
bagaimanapun sekolah tidak dapat mengubah struktur sosial sehingga menerimanya
sebagai kenyataan serta menyesuaikan diri dengan kenyataan agar kurikulum dapat
berjalan dengan relevan.
Hal itu menyebabkan timbulnya
pertentangan karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dengan
mengadakan diskriminasi dalam pendidikan. Cara yang seperti itu akan memperkuat
penggolongan sosial dan menghambat mobilitas sosial yang diharapkan dari
pendidikan. Harapan mewujudkan mobilitas sosial ini tidak mudah diwujudkan
dikarenakan hal – hal lain diluar sekolah yang menimbulkan stratifikasi sosial
yang jauh lebih kuat daripada pendidikan formal.
Pada saat ini sekolah – sekolah
hanya bisa meneruskan cita – cita untuk menyebarluaskan ideal dan norma – norma
kesamaan dan mobilitas sosial secara verbal di samping adanya daya – daya
stratifikasi sosial yang masih terus berlangsung si masyarakat, dengan kata
lain usaha usaha untuk mengajarkan kesamaan dan mobilitas sosial hanya melalui
pendidikan akan menghadapi kesulitan
dalam dunia kenyataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar