Rabu, 08 April 2015

PENDIDIKAN MENURUT PERBEDAAN SOSIAL

Pada umumnya di negara demokrasi orang sukar menerima adanya golongan – golongan sosial dalam masyarakat. Di hadapan undang – undang semua warga negara itu sama, sama hak dan kewajiban sama perlakuan. Namun dalam kenyataannya tidak dapat disangkal tentang adanya perbedaan sikap antara rakyat biasa terhadap pembesar, orang miskin terhadap orang kaya, dan sebagainya. Suka atau tidak suka perbedaan sosial terdapat dimana – mana sepanjang masa, walaupun serig perbedaan tidak selalu mencolok.
Pendidikan bertujuan untuk membekali setiap anak agar masing – masing dapat maju dalam hidupnya mencapai tingkat yang setnggi – tingginya. Akan tetapi sekolah sendiri tidak mampu meniadakan batas – batas tingkatan sosial itu, bahkan ada beberapa sekolah yang memelihara dan mempertajamnya.
Pendidikan selalu merupakan bagian dari sistem sosial, dan bila demikian halnya timbul pertanyaan apakah sekolah harus mempertimbangkan perbedaan sosial dalam kurikulumnya. Artinya memberikan pendidikan bagi setiap golongan sosial sesuai dengan kebutuhan golongan masing – masing serta memilihkan guru sesai dengan golongan sosial masing – masing murit yang bersangkutan sehingga dapat hidup bahagia menurut golongan masing – masing. Hal tersebut didasarka kepada anggapan bahwa bagaimanapun sekolah tidak dapat mengubah struktur sosial sehingga menerimanya sebagai kenyataan serta menyesuaikan diri dengan kenyataan agar kurikulum dapat berjalan dengan relevan.
Hal itu menyebabkan timbulnya pertentangan karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dengan mengadakan diskriminasi dalam pendidikan. Cara yang seperti itu akan memperkuat penggolongan sosial dan menghambat mobilitas sosial yang diharapkan dari pendidikan. Harapan mewujudkan mobilitas sosial ini tidak mudah diwujudkan dikarenakan hal – hal lain diluar sekolah yang menimbulkan stratifikasi sosial yang jauh lebih kuat daripada pendidikan formal.

Pada saat ini sekolah – sekolah hanya bisa meneruskan cita – cita untuk menyebarluaskan ideal dan norma – norma kesamaan dan mobilitas sosial secara verbal di samping adanya daya – daya stratifikasi sosial yang masih terus berlangsung si masyarakat, dengan kata lain usaha usaha untuk mengajarkan kesamaan dan mobilitas sosial hanya melalui pendidikan  akan menghadapi kesulitan dalam dunia kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar